Ngegame Saat Belajar? Why Not?!

CAMELIA INDAH, S.Ag.

Meningkatnya kecanggihan teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan meningkatnya potensi kemajuan pembelajaran, misalnya untuk menjadikan motivasi belajar siswa semakin bertambah atau menjadikan kualitas aktivitas pembelajaran semakin disukai, yang menjadi dua hal ini adalah sebagai pondasi penting bagi peningkatan kompetensi siswa. Meningkatnya kecanggihan teknologi gawai contohnya, dengan penyajian vitur game online yang menjadi daya tarik sangat kuat di kalangan anak usia pelajar seringkali lebih dikeluhkan oleh para pendidik, dikarenakan kecanduan siswa terhadap game virtual tersebut menyebabkan menurunnya motivasi dan aktivitas belajar di sekolah.  Kecanduan game online berimbas signifikan terhadap gaya belajar siswa, mampu menyedot ketertarikan lebih bagi siswa ketimbang kegiatan belajar di sekolah.

Alih-alih berharap bantuan teknologi dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang terdapat dalam proses pembelajaran, malah berdampak pada penurunan motivasi belajar dan keenganan beraktivitas, dan memang sisi negatif dari kemajuan teknologi yang seperti ini juga tidak dapat dihindari oleh masyarakat. Teknologi memudahkan masyarakat berkomunikasi dengan orang terjauh akan tetapi menjauhkan komunikasi dengan orang terdekat. Sisi negatif tersebut marak dijumpai dalam situasi saat ini. Orang tua yang tidak menyadari kehadiran anak ketika di rumah, anak yang lebih senang memainkan gawai daripada bermain dengan teman sebaya, atau perkumpulan individu yang sibuk dengan urusan masing-masing.

Game online punya kelebihan mampu secara instan memberikan apresiasi atas keberhasilan seseorang, Game online mampu memunculkan rasa keterlibatan yang kuat, yang memotivasi pemain dapat berinteraksi, berkolaborasi, dan bersaing memenangkan permainan, sehingga terbentuk komunitas yang mengakomodir kebutuhan siswa untuk pengakuan perannya dan kebersamaannya dalam permainan. Sedangkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas yang biasanya lebih didominasi metode ceramah dari guru, menyebabkan monotonisme dan minim interaksi. Sulit menghindari rasa bosan terhadap berjalannya pembelajaran dengan sedikit interaksi dan imersi, sehingga low respon siswa bermunculan.

Tak menampik kemungkinan memang bahwa penyebab menurunnya motivasi belajar siswa ini bukanlah total bersumber masalah dari si anak didik saja, tetapi sangat besar juga kemungkinannya bahwa masalah tersebut juga banyak berasal dari kurang dinamisnya proses pembelajaran. Jadi, upaya meningkatkan dinamisasi proses pembelajaran dalam menciptakan motivasi belajar siswa menjadi ujung tombak pemecahan masalah tersebut.

Menurut Wahyudin Nur Nasution dalam bukunya yang berjudul ‘Strategi Pembelajaran’, pemilihan strategi pembelajaran aktif adalah upaya tepat untuk mengatasi permasalahan menurunnya motivasi dan aktifitas belajar siswa, dibutuhkan pengalihan kecenderungan minat bermain game online agar beralih kepada termotivasinya siswa untuk tetap merasakan nuansa permainan dalam belajar, sebagai solusi dan tindakan untuk menjadikan proses pembelajaran berjalan lebih dinamis, penuh motivasi dan aktivitas belajar. Dari solusi penggunaan strategi pembelajaran aktif tersebut, diantaranya adalah melalui pengembangan model pembelajaran yang menarik, interaktif, adaptif, sebagaimana ketertarikan siswa terhadap permainan yang dibuat pada game virtual.

Dari fenomena keluhan-keluhan para guru dan orang tua terhadap kelebihtertarikan anak-anak terhadap game onlie ketimbang ketermotivasian mereka untuk belajar, terjadilah upaya membuat dinamika proses pembelajaran dengan penggunaan model permainan tradisional sebagai sebuah alternatif solusi untuk meningkatkan motivasi belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran.

Penggunaan model permainan tradisional mampu menciptakan ketertarikan siswa pada proses pembelajaran yang dilakukan dengan dinamika mirip game online. Kemiripan ini akan menciptakan motivasi belajar dan membuat aktivitas pembelajaran jadi lebih hidup dengan gerakan-gerakan fisik dan cara berpikir penuh tantangan melalui permainan. Dinamika proses pembelajaran akan dapat tercipta dengan penggunaan model pembelajaran permainan tradisional. Motivasi belajar siswa dan aktivitasnya dalam proses pembelajaran dapat terupgrading melalui penggunaan model pembelajaran permainan tradisional ini, karena model permainan dalam pembelajaran memang sudah banyak terbukti dapat meningkatkan daya interaksi siswa dalam proses pembelajaran.

Jadi tuntutan dan tantangan “Ngegame saat belajar?”

Why not?! Bisa kok, tapi tidak dengan game online, melainkan dengan permainan tradisional sebagai model pembelajaran yang asyik bahkan lebih asyik dan bermanfaat ketimbang game online di gadget.

Bagikan :

Karya Tulis Guru Lainnya

Avatar photo
Ngegame Saat Belajar? Why Not?!
Avatar photo
KEJAR TUNTAS PEMBELAJARAN BERKUALITAS
Avatar photo
Membuat Diorama Pembelajaran, Jadi Kenangan Men...
Avatar photo
PUASA YANG TEPAT BUAT HIDUP SEHAT
Avatar photo
Keindahan Kebersamaan Dalam Ketidaksamaan

Website Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Hubungi kami di : +62 895-4141-74225

Kirim email ke kami[email protected]

Jendela Informasi Sekolah yang mudah dan menyenangkan, Membaca Buku, Belajar dan Melihat Informasi Sekolah